Jika Kelebihan atau Kekurangan Hormon Testosteron, Apa Jadinya ya?

305 views

 

Hormon testosteron atau yang diidentikkan sebagai hormon laki-laki ini memiliki pengaruh terhadap libido, ketahanan tingkat energi dan pembentukan massa otot, serta perubahan perubahan karakteristik seks sekunder pada pria contohnya suara menjadi lebih berat.

Secara normal, kadar hormon testosteron dalam tubuh laki-laki berkisar antara 270-1070 ng/dL (nanogram per desiliter) dengan kadar rata-rata 679 ng/dL. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa kadar hormon testosteron yang optimal berkisar 400-600 ng/dL.

Hormon ini meningkat selama masa pubertas dan mencapai masa puncaknya pada saat laki-laki berusia sekitar 20 tahun. Dan setelah berusia 30 tahun ke atas, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya. Sementara itu, pada laki-laki yang berusia lebih dari 65 tahun, kadar hormon testosteron normal berkisar antara 300-450 ng/dL.

Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan seorang pria kekurangan hormon testosteron. Bisa saja terjadi akibat sering stres, kecelakaan, obesitas, hingga konsumsi obat-obatan tertentu. Seperti dikutip dari Boldsky.com, sedikitnya ada 5 tanda pria kekurangan hormon testosteron.

5 Tanda Pria Kekurangan Hormon Testosteron

  1. Tidak ereksi pagi hari
    Umumnya pria akan sering ereksi pada pagi hari setelah bangun tidur. Apabila kadar hormon testosteron rendah, ereksi pada pagi hari pun tak terjadi.

    Kekurangan hormon testosteron juga membuat pria rentan mengalami disfungsi ereksi.

    2. Susah tidur
    Kekurangan testosteron bisa membuat pria sulit tidur dan bangun dengan rasa lelah. Apabila muncul gejala ini pada usia di atas 35 tahun, kemungkinan tingkat testosteron rendah.

    3. Mudah marah
    Pria yang memiliki kadar testosteron rendah juga mudah marah, merasa frustrasi, rentan depresi, kelelahan, dan seperti orang yang kurang motivasi.

    4. Rambut rontok
    Dalam beberapa kasus, pria yang kekurangan testosteron mengalami masalah pertumbuhan rambut di tubuh seperti kumis dan janggut, termasuk mengalami rambut rontok.

    5. Perut buncit
    Perut buncit bisa jadi tanda pria kekurangan hormon testosteron. Rendahnya kadar testosteron membuat massa otot berkurang.

Akibatnya, massa otot malah tergantikan dengan penumpukkan lemak yang membuat perut buncit.

 

Penurunan Kadar Hormon Testosteron

Menurunnya kadar hormon testosteron sebenarnya merupakan kondisi alamiah seiring penuaan pada laki-laki. Kondisi kekurangan testosteron juga dapat disebabkan oleh infeksi dan cedera pada testis, gagal ginjal kronis, sindrom Klinefelter, dan sirosis hati. Kondisi stres dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Ketika kadar hormon testosteron menurun, laki-laki akan mengalami gejala yang berkaitan dengan fungsi seksual, seperti ketidaksuburan, berkurangnya hasrat seksual, serta berkurangnya frekuensi ereksi yang terjadi secara spontan ketika sedang tidur.

Selain itu, berkurangnya kadar hormon testosteron juga dapat diiringi oleh gejala lain yang mencakup perubahan fisik, seperti:

  • Berkurangnya rambut-rambut pada tubuh.
  • Tulang yang lebih rapuh.
  • Meningkatnya lemak tubuh.
  • Berkurangnya kekuatan atau massa otot.
  • Sensasi terbakar atau hot flashes.
  • Kelelahan yang meningkat.
  • Timbulnya pembengkakan pada kelenjar payudara.
  • Berdampak pada metabolisme kolesterol.

Sementara itu, dampak menurunnya kadar hormon testosteron terhadap perubahan psikis antara lain kecenderungan untuk merasakan depresi atau perasaan sedih yang secara keseluruhan dapat menurunkan kualitas hidup. Sebagian orang lainnya juga bisa mengalami penurunan rasa percaya diri, berkurangnya motivasi, serta memiliki masalah pada memori dan konsentrasi. Meski begitu, semua kondisi ini juga bisa merupakan efek samping proses penuaan yang normal. Selain itu bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya, seperti efek samping pengobatan, kondisi tiroid, maupun efek mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain faktor penuaan, rendahnya hormon testosteron juga dapat dipicu oleh kondisi hipogonadisme. Pada kondisi tersebut, testis memproduksi terlalu sedikit hormon testosteron.

Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah kadar hormon testosteron Anda normal atau tidak, dan apakah gejala di atas benar-benar disebabkan oleh menurunnya kadar hormon pria ini, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah.

Tingkat Hormon Testosteron yang Berlebihan

Di sisi lain, ada pula laki-laki yang memiliki kadar hormon testosteron di atas angka normal. Ibarat dua sisi mata uang, kondisi ini bisa membawa dampak positif dan negatif. Positifnya, kadar hormon testosteron yang tinggi dapat menormalkan tekanan darah dan menurunkan kecenderungan laki-laki untuk mengalami obesitas dan serangan jantung.

Sementara itu, beberapa studi menunjukkan keterkaitan antara kadar hormon testosteron yang tinggi dengan kecenderungan laki-laki untuk melakukan perilaku berisiko, seperti dorongan perilaku seksual berlebihan yang berisiko kepada tindakan kriminal. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk membuktikan hal ini. Kadar testosteron yang tinggi juga membuat kecenderungan laki-laki untuk lebih mengonsumsi alkohol dan merokok.

Menjaga Kadar Hormon Testosteron Tetap Normal

Jika diketahui bahwa Anda memiliki kadar hormon yang terlalu sedikit atau jika Anda mengalami gejala rendahnya kadar hormon testosteron, Anda bisa dianjurkan untuk melakukan terapi hormon. Beberapa pakar merekomendasikan untuk memantau kadar hormon testosteron tiap lima tahun sekali yang dimulai sejak laki-laki berusia 35 tahun.

Saat melakukan terapi ini, terapis akan mengawasi kadar hormon testosteron secara ketat untuk memastikan kadar hormon tidak menjadi terlalu tinggi. Perlu diketahui bahwa dengan terapi ini belum tentu bisa dijalani oleh semua pria. Seorang pria yang diduga atau diketahui mengidap kanker prostat atau kanker payudara, penyakit ginjal, hati, atau penyakit jantung dianjurkan untuk tidak melakukan terapi ini karena dapat meningkatkan risiko komplikasi terhadap penyakit yang dideritanya tersebut.

Jangan lupa untuk memeriksakan kadar testosteron Anda bilamana mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Jalani pola makan dan kebiasaan hidup sehat serta hindari mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan, serta membiasakan berpikir positif dan mengelola stres.

Sumber: alodokter.com

Incoming search terms:

Demikian ulasan mengenai Jika Kelebihan atau Kekurangan Hormon Testosteron, Apa Jadinya ya? yang dapat sobat baca dan simak di Jelajah Ilmu! Semoga dengan adanya informasi mengenai "Jika Kelebihan atau Kekurangan Hormon Testosteron, Apa Jadinya ya?" tersebut dapat memberikan informasi lebih lanjut. Selalu kunjungi website Jelajah Ilmu unuk mendapakan Berisikan tentang semua ilmu pengetahuan yang bermanfaat secara online yang lebih lengkap dan terdepan.

Leave a reply "Jika Kelebihan atau Kekurangan Hormon Testosteron, Apa Jadinya ya?"

Author: 
    author
    No related post!